Berita
1 Jan 2026, Kam

Inovasi Pelayanan Publik Polsek Sanga Desa: Program “PANGLING” Sebagai Model Humanisasi Polisi di Tingkat Lokal.

Muba Sumsel Sibanews.com-,
Transformasi institusi kepolisian menuju paradigma pelayanan publik yang humanis dan partisipatif terus menunjukkan kemajuan signifikan di tingkat lokal.

Salah satu contoh nyata hadir dari Polsek Sanga Desa, Polres Musi Banyuasin, yang melalui program inovatif PANGLING (Pangkas Rambut Keliling) berhasil mengaktualisasikan konsep Polisi Presisi dalam bentuk kegiatan sosial yang sederhana namun berdampak luas.

Program ini dilaksanakan pada Jumat (17 Oktober 2025) di Desa Ngunang, Kecamatan Sanga Desa, dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Ngunang dan Air Itam, AIPTU Hengky Krisno, sebagai inisiator utama.

Melalui kemitraan dengan pelaku usaha lokal di bidang jasa pangkas rambut, kegiatan tersebut menghadirkan pelayanan sosial gratis kepada masyarakat sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi mikro bagi pemuda setempat.

inovasi ini merepresentasikan pendekatan humanisasi kepolisian yang menekankan relasi empatik antara aparat dan warga.

Polsek Sanga Desa tidak hanya menghadirkan fungsi keamanan dalam arti sempit, tetapi memperluas makna kehadiran polisi sebagai aktor sosial yang berperan dalam memperkuat kohesi komunitas dan memperdalam kepercayaan publik.



Dalam keterangannya, Kapolsek Sanga Desa IPTU Joharmen, SH., M.Si, melalui Kanit Binmas AIPTU Liansyah yang diwakili langsung oleh AIPTU Hengky Krisno, menyampaikan bahwa kegiatan PANGLING dimaksudkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pedesaan yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan jasa publik dasar.

“Kami ingin menunjukkan bahwa polisi dapat menjadi mitra sosial masyarakat, bukan semata penegak hukum. Program ini menjadi sarana membangun kedekatan emosional dan memperkuat jembatan kepercayaan antara institusi kepolisian dan warga,” tuturnya.


Sementara itu Kepala Desa Ngunang, Jhon Kenedi, mengemukakan apresiasi atas implementasi program ini yang dinilai sebagai bentuk konkret sinergi sosial antara pemerintah desa dan Aparat kepolisian Dalam Wilayah Sanga Desa.

“Kegiatan ini bukan sekadar pangkas rambut gratis, melainkan simbol kepedulian dan kehadiran Aprat negara bisa bersentuh lansung dengan Masyarakat ditingkat Desa ,” ujarnya.

Program PANGLING diikuti oleh sekitar 45 warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak sekolah dasar hingga masyarakat dewasa. Kegiatan berlangsung kondusif dan penuh antusiasme hingga berakhir pada pukul 11.30 WIB.



Dari perspektif administrasi publik, inisiatif PANGLING dapat dikategorikan sebagai praktik inovasi pelayanan publik berbasis komunitas (community-based public service innovation).

Program ini tidak hanya memperlihatkan kapasitas adaptif Polsek Sanga Desa dalam merespons kebutuhan sosial masyarakat pedesaan, tetapi juga mengafirmasi keberhasilan strategi soft power policing dalam memperkuat legitimasi sosial institusi Polri.

Dengan demikian, Program PANGLING Polsek Sanga Desa dapat dipandang sebagai model replikasi pelayanan sosial kepolisian berbasis empati dan kolaborasi lokal — sebuah cermin bahwa profesionalisme aparat keamanan dapat berjalan seiring dengan kehangatan kemanusiaan.(Td)




Share Medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry, you can't copy this post