Berita
3 Feb 2026, Sel

Macet pajang jaln SP Beruge–Macang Sakti, Proyek pengecoran jalan sedang progres, Truk Batu Bara Tersangkut Lumpuhkan Jalur Utama.

Muba Sumsel SibaNews.com-,
Kemacetan berjam-jam kembali menghantui perjalan warga di ruas jalan Simpang Beruge-Macang Sakti setelah sebuah truk pengangkut batu bara tersangkut di titik proyek pembangunan jalan.

Penyempitan badan jalan yang dibiarkan diduga tanpa pengawasan ditambah mobilisasi truk bertonase besar membuat jalur tersebut lumpuh total sejak dini hari sampai pagi kamis 11/12/2025.

Warga menilai kejadian ini bukan sekadar insiden teknis, tetapi bentuk nyata lemahnya pengaturan lalu lintas dan minimnya pengawasan dari pihak proyek maupun instansi terkait. “Proyek berjalan, truk tetap dibiarkan masuk tanpa adanya pengaturan arus, hasilnya macet panjang.

Ini akibat tidak diatur sistem kalau lintasnya, sudah tahu ada proyek pembanguna berjalan semesti nya diatur,jalam yang mau dibangun sebelahnya sudah di cor, semestinya yang belum di cor sudah tanmpak ada turunan akhirat kenderaan berat pihak proyek seharusnya timbun lagi agar tidak terjadi begini ,” ujar salah satu warga yang melintas dengan nada kecewa.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular ratusan meter. Pengendara terpaksa berhenti total karena tidak ada sistem buka–tutup jalan, tidak ada petugas yang mengatur arus, dan tidak ada langkah cepat dari penyelenggara proyek.

Warga mengaku situasi seperti ini semestinya tidak seharusnya terjadi jika arus jalan ini diatur saat pengerjaan proyek berlansung.

Operasional truk batu bara juga kembali menjadi sorotan, karena seringkali tetap melintas meski kondisi jalan jelas tidak memungkinkan saat pengerjaan proyek Pengerasan sedang berlansung.

“Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Ini jalan vital warga. Kalau setiap proyek malah bikin lumpuh,seharusnya diantisipasi agar tidak menimbulkan kemacetan, untuk siapa pembangunan ini. kritik seorang masyarakat skitar wilayah.

Masyarakat berharap pihak berwenang segera mengambil langkah korektif mulai dari penataan kerja proyek, penerapan rekayasa lalu lintas, hingga pembatasan sementara kendaraan bertonase besar.

Tanpa tindakan cepat, kemacetan ini dikhawatirkan bukan hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Hal ini menjadi peringatan keras agar instansi terkait tidak lagi menunda penyelesaian. Warga menunggu respons cepat, solusi nyata, dan langkah korektif yang terukur. Pejabat yang bergerak lambat dalam kasus seperti ini hanya akan memperdalam kekecewaan publik.(Td).

Share Medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry, you can't copy this post