

MUBA Sumsel SibaNews. com, Pengeboran minyak ilegal di Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kian tak terkendali. Setelah sempat ditertibkan aparat penegak hukum, kini sumur-sumur bermasalah Diduga justru dibongkar kembali.
Lebih mencengangkan, sejumlah alat berat jenis ekskavator terlihat beroperasi di lokasi, menghancurkan cor beton yang diduga sebelum disegel aparat kepolisian.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar, ke mana taring hukum di wilayah Polsek Keluang..?Bukannya menurun, aktivitas ilegal justru makin masif, terorganisir, dan terang-terangan.


Sebelumnya Aparat setempat gencar menyatakan Hinbau dengan spanduk himbauan terpampang jelas tentang Himbau Stop aktivitas Tamabang Minyak Ilegal, Namun Entah ada apa aktivitas tersebut semakin tak terbendung.
“Iya, rencananya mau dioperasikan lagi. Mudah-mudahan masih banyak minyaknya,” ujar RM, salah satu pekerja di lokasi kepada awak media, sembari menyebut bahwa sumur yang berlokasi di kawasan perkebunan PT Hindoli itu dulunya menghasilkan minyak cukup banyak sebelum terbakar dan ditutup oleh Aparat.
Namun penutupan itu rupanya hanya sementara. Kini, sejumlah titik lama kembali hidup, bahkan beberapa di antaranya disebut telah “berproduksi” lagi secara diam-diam.
“Bukan sumur ini saja, yang lain juga dibuka kembali,” ungkap RM.


Di sisi lain, pantauan di lapangan memperlihatkan deretan aktivitas penyulingan ilegal yang terus tumbuh subur.
Di Desa Mekar Jaya, Sumber Agung (Jerambah Miring), Cawang, hingga Desa A7, ratusan tungku penyulingan tampak beroperasi nyaris 24 jam tanpa henti.
Situasi ini memperlihatkan lemahnya penegakan hukum di daerah tersebut.
Catatan lapangan menunjukkan, belasan insiden kebakaran dan ledakan akibat aktivitas ilegal drilling sudah terjadi, namun tak satu pun kasus berujung pada penetapan tersangka.
Lebih ironis lagi, salah satu nama yang sempat mencuat dalam pemeriksaan kepolisian, yakni DN diketahui masih bebas berkeliaran tanpa proses hukum lanjut, meski pernah menjalani BAP di Polsek Keluang.


Publik pun mulai bertanya, Apakah hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas..?
Atau ada pihak-pihak berpengaruh yang bermain di balik bisnis hitam ini..?
Jika pembiaran ini terus terjadi, bukan hanya kerusakan lingkungan dan korban jiwa yang akan bertambah, tetapi juga wibawa hukum di Bumi Serasan Sekate benar-benar runtuh di mata rakyat.(9 Naga Hitam).
