

Palembang Sumsel- Sibanews. com-,
Kritik tajam kembali menghantam aparat kepolisian di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Organisasi Sosial & Ekonomi Republik Indonesia (POSE RI) menuding Polres Muba dan Polsek Keluang diduga telah tutup mata terhadap maraknya praktik pengeboran minyak ilegal yang kerap berujung kebakaran mematikan di wilayah keluang Musi Banyuasin.
Ketua Umum POSE RI, Desri Nago, SH, menilai aparat di Polsek Keluang seolah memiliki “Negara hukum versi sendiri”. Pasalnya, puluhan insiden kebakaran sumur minyak ilegal di wilayah tersebut tak pernah berujung pada satu pun penetapan tersangka.
“Sudah berkali-kali terbakar, tapi tidak ada satu pun pelaku yang diungkap. Ini bukan penegakan hukum, ini penegakan alibi. Polisi di Keluang sepertinya lebih sibuk pura-pura tidak tahu daripada menegakkan keadilan,” sindir Desri, Kamis (10/10/2025).
Desri menyebut, lemahnya kinerja aparat di tingkat Polsek bukan hanya mencoreng wajah institusi Polri, tapi juga menelanjangi ketidakseriusan mereka melindungi masyarakat. Ia bahkan menyebut Polsek Keluang kini layak dijuluki sebagai “tempat magang polisi” karena hanya bisa menonton tanpa tindakan.
“Kalau tidak bisa ungkap kasus, Kapolsek dan jajarannya sebaiknya daftar ulang ke Sekolah Polisi Negara. Karena yang sekarang ini, jelas gagal memahami arti kata penegakan hukum,” tegasnya tajam.
Lebih lanjut, Desri juga menyoroti Kapolres Musi Banyuasin yang dinilai “lemah dan terlalu lunak” dalam mengawasi jajarannya. Ia menuding Kapolres seperti sengaja membiarkan pembiaran hukum di bawahnya, yang bisa menimbulkan dugaan adanya main mata dengan para pelaku bisnis minyak ilegal.
“Kalau Kapolsek dan anak buahnya dibiarkan terus tidur di atas bara kasus tanpa ditegur, berarti Kapolres juga ikut menikmati kenyamanannya. Jangan sampai rakyat menilai Polres Muba berubah jadi Polres ‘Mandul Banyuasin’,” sindir Desri pedas.
Menurutnya, aktivitas pengeboran dan penyulingan minyak ilegal di Kecamatan Keluang sudah menjadi rahasia umum. Namun, meski sudah berulang kali terjadi kebakaran, belum pernah ada langkah tegas, apalagi proses hukum terhadap para pemodal besar yang diduga bermain di belakang layar.
“Setiap kali api padam, aparat juga ikut padam nuraninya. Kalau setiap kebakaran cuma jadi berita tanpa pelaku, lalu untuk apa seragam dan pangkat itu dipakai?” tutup Desri dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Musi Banyuasin dan Polda Sumsel belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan keras POSE RI tersebut.
Namun publik kini menunggu, apakah aparat benar-benar akan bertindak… atau kembali membiarkan hukum terbakar bersama minyak ilegal di Keluang.
