

MUBA SUMSEL SibaNews.com-,Kehadiran Wakil Bupati Musi Banyuasin, Kyai Abdur Rohman Husen, di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Muba, Kamis (16/10/2025), menjadi momen penting dalam arus transformasi birokrasi sosial daerah.
Di balik suasana hangat dan penuh kebersamaan, kunjungan tersebut menandai penguatan visi humanis pemerintahan yang berorientasi pada kemaslahatan sosial dan pelayanan publik yang berkeadaban.
Kunjungan Wakil Bupati disambut langsung oleh Plt. Kepala Dinas Sosial, Deny, S.H., M.Si, didampingi Sekretaris Dinas, Drs. Yuliarto, M.Si, serta jajaran kepala bidang dan pegawai Dinas Sosial.
Dialog yang tercipta antara pimpinan daerah dan aparatur birokrasi tersebut mencerminkan praktik governance deliberatif yakni komunikasi dua arah yang melahirkan gagasan, bukan sekadar formalitas seremonial.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen menegaskan bahwa Dinas Sosial bukan sekadar instrumen administratif, tetapi “garda etik kemanusiaan” yang memastikan kehadiran negara dirasakan sampai ke titik paling sunyi masyarakat.
“Dinas Sosial adalah wajah empati pemerintah. Ia harus menjadi simbol kasih, bukan sekadar regulasi. Setiap program harus hidup dari nurani, bukan hanya dari angka,” ujarnya.
Menurutnya, hakikat pembangunan sosial tidak terletak pada jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi pada sejauh mana program-program tersebut menumbuhkan martabat dan kemandirian masyarakat.


Dalam konteks inilah, Dinas Sosial Muba diminta untuk memperkuat paradigma pelayanan yang berbasis empati, data, dan inovasi.
Menanggapi arahan tersebut, Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muba, Deny, S.H., M.Si, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Wakil Bupati.Ia menegaskan bahwa Dinas Sosial siap menjadikan kunjungan ini sebagai momentum refleksi moral dan profesional.
“Kami berkomitmen menjadikan pelayanan sosial bukan sekadar kewajiban birokratis, melainkan panggilan pengabdian. Loyalitas tanpa profesionalisme akan kehilangan makna, dan profesionalisme tanpa empati akan kehilangan jiwa,” ujarnya lugas.
Deny menambahkan, Dinas Sosial akan terus memperkuat inovasi berbasis data dan kolaborasi komunitas untuk menanggulangi kemiskinan dan memperluas jangkauan program perlindungan sosial.
Ia juga menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung Program Keluarga Maju, salah satu inisiatif unggulan Bupati dan Wakil Bupati Muba yang menitikberatkan pada pemberdayaan keluarga prasejahtera.
Kunjungan Wakil Bupati Muba ini memiliki makna strategis dalam konteks pembangunan sosial berkelanjutan. Ia menandai pergeseran paradigma dari bureaucratic service menuju human governance yakni model pelayanan yang tidak sekadar mengurus rakyat, tetapi melayani manusia dengan harkat dan martabatnya.
Melalui pendekatan ini, Dinas Sosial Muba diharapkan menjadi epicentrum etika pelayanan publik, tempat di mana profesionalisme, spiritualitas, dan empati bertemu dalam satu cita-cita ,menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan.
Kunjungan yang berlangsung penuh semangat itu diakhiri dengan refleksi bersama seluruh jajaran aparatur. Dalam pandangan para peserta, kunjungan tersebut bukan hanya agenda kerja, tetapi peristiwa moral pengingat bahwa melayani bukanlah tugas administratif, melainkan bentuk tertinggi dari kemanusiaan yang beradab.
“Dinas Sosial Muba akan terus bergerak dengan semangat ‘Muba Maju, Mandiri, dan Bermartabat’, mengubah belas kasihan menjadi kebijakan, dan empati menjadi energi perubahan,” pungkasnya. (Td)
