

Muba SUMSEL SibaNews. com-,Proyek pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Desa Ngulak III, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, menuai sorotan.
Pengerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (Detail Engineering Design) atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta terkesan dikerjakan asal-asalan.Dari pantauan di lapangan, kualitas pekerjaan terlihat kurang baik, khususnya pada bagian pondasi dan sloof balok.
Beton yang digunakan diduga memiliki kualitas rendah, bahkan terlihat beberapa bagian coran terkelupas saat proses pemasangan papan mal untuk pengecoran kolom.
Tidak hanya itu, di sejumlah titik juga tampak besi sloof yang tidak tertutup sempurna oleh cor beton, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kekuatan struktur bangunan ke depan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi tersebut diduga terjadi akibat keterbatasan material, khususnya papan mal atau bekisting.
Para pekerja disebut-sebut terpaksa membuka papan mal dari coran yang baru beberapa jam selesai untuk digunakan kembali pada bagian lain.
Selain dugaan kualitas pekerjaan yang rendah, proyek ini juga dinilai minim transparansi. Di lokasi pembangunan tidak ditemukan papan informasi proyek yang seharusnya memuat nilai anggaran, sumber dana, serta pihak pelaksana kegiatan.


Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar terkait akuntabilitas pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran publik.
Saat awak media melakukan peliputan, sempat terjadi penghalangan dari pihak pekerja. Mereka mengaku mendapat instruksi dari atasan untuk melarang pengambilan gambar di lokasi proyek.
“Kalau ada yang mau foto dilarang saja, itu perintah bos,” ungkap salah satu tukang dilapangan.
Menanggapi hal ini, seorang aktivis di Kabupaten Musi Banyuasin menilai adanya indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek tersebut yang berpotensi merugikan keuangan negara.


Ia menduga terdapat kejanggalan dalam proses pengerjaan yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, ini patut diduga tidak sesuai spesifikasi. Selain itu, tidak adanya papan proyek juga menandakan kurangnya transparansi kepada publik,” ujarnya.
Ia menegaskan akan segera melaporkan dugaan tersebut kepada instansi terkait untuk dilakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai dugaan tersebut. (Td)