Berita
2 Apr 2026, Kam

DIDUGA OKNUM KADES PINANG BANJAR “MAIN KUASA” DI JALAN RAYA, BLOKIR TRUK TANPA OTORITAS, RAKYAT TERCEKIK MACET.

Muba Sumsel SibaNews. com-,
Jalan umum di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin,Kabupaten Musi Banyuasin provinsi Sumatera selatan berubah jadi panggung “aksi sepihak”diduga diakulan oknum Kepala Desa Yang nekat menyetop dump truk tanpa koordinasi.

Bukan penertiban, yang terjadi justru diduga pembangkangan terhadap aturan. Jalan umum diblokir, kendaraan operasional desa berplat merah dijadikan alat penghadang, sementara masyarakat dipaksa menelan dampak macet panjang, panas menyengat, debu beterbangan, dan potensi kecelakaan di depan mata.

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu seolah menunjukkan satu hal kewenangan dijalankan diduga tanpa kendali, tanpa prosedur, dan tanpa memikirkan konsekuensi.Kamis (2/4/2026).

Pengguna jalan jadi korban nyata Antrean kendaraan mengular, emosi pengendara pun sempat memuncak, situasi nyaris chaos akibat saling serobot untuk keluar dari kepungan macet.


“Ini bukan penertiban, ini penyiksaan di jalan,” celetuk seorang pengendara yang tidak ingin disebutkan namanya dengan nada kesal.

Langkah Oknum kepala desa tersebut dinilai bukan hanya keliru, tapi juga mencerminkan sikap arogansi dalam menggunakan fasilitas umum negara. Mobil operasional desa yang baru diserahkan oleh pemkab Muba dengan tujuan Mempercepat kebutuhan pelayanan masyarakat,justru dipakai sebagai alat blokade jalan.

Lebih ironis lagi, aksi itu berjalan tanpa sepengetahuan aparat kepolisian. Kapolsek Sungai Lilin mengaku tidak menerima informasi sebelumnya sebuah sinyal kuat bahwa tindakan ini berdiri di luar koordinasi resmi.

Menangapiberihal tersebut LSM POSE RI Biro Musi Banyuasin pun angkat suara, pihaknya menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk kebijakan liar yang minim perencanaan dan berpotensi mencederai kepercayaan publik.

“Kalau semua pejabat bertindak seperti ini, aturan tinggal pajangan. Ini preseden buruk,” tegas Biro POSE RI perwakilan Musi Banyuasin.

Penertiban tanpa skema hanya melahirkan kekacauan. Tanpa koordinasi, tanpa rekayasa lalu lintas, tanpa solusi yang tersisa hanyalah kemacetan dan keresahan.

Peristiwa ini bukan sekadar macet biasa. Ini cermin bagaimana kekuasaan kecil bisa berdampak besar ketika dijalankan tanpa kendali.

Dan di tengah semua itu, masyarakat lagi-lagi jadi pihak yang harus membayar mahal dengan waktu, tenaga, dan keselamatan di jalan.

Sementara itu sampai berita ini ditayang kan pihak Oknum Kepala Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin,Kabupaten Musi Banyuasin Belum dapat dikonfirmasi lebih lanjut, untuk mengetahui lebih jelas terkait pemblokiran jalan yang dilakukan mengunakan kenderaan operasional desa tersebut. (Td).

.

Share Medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry, you can't copy this post