Berita
3 Feb 2026, Sel

Aset Wisata Muba Terbengkalai: Pondok Santai di Bantaran Danau Ulah Lia Nyaris Rapuh, Publik Pertanyakan Kinerja Dinas Terkait.

Muba Sumsel SibaNews. com-,
Salah satu aset wisata kebanggaan Kabupaten Musi Banyuasin kembali menjadi sorotan setelah kondisi fasilitas pondok santai di bantaran kawasan wisata dilaporkan nyaris terabaikan Terkesan tak terurus.

Warga saat berkunjung kelokasi danau ulak lia mengatakan terdapat beberapa struktural bangunan dilokasi yang sudah tidak layak dan terkesan luput dari pantauan dinas terkait,
Seperti Kayu lapuk, pada struk bangunan tempat bersantai, struktur bergoyang, serta sejumlah bagian struktur lain penunjang seprti kabal kabal listrik sebagian terlihat putus tanpa ada perbaikan.

Hal itu menegaskan buruknya perawatan dan pengawasan terhadap sarana publik dikawasan wisata milik daerah Danau ulak lia sekayu dalam kawasan pemeritahan kabupaten Musi Banyuasin.

Warga menjelaskan dari pantauan di lapangan memperlihatkan pondok-pondok yang seharusnya menjadi tempat pengunjung beristirahat justru berubah menjadi titik rawan. Pengunjung yang datang pun merasa waswas, sebab kondisi fisik pondok tampak tidak lagi memenuhi standar keamanan.



Sejumlah warga menyayangkan minimnya perhatian dari dinas pariwisata. Mereka menilai kerusakan parah ini bukan terjadi semalam, melainkan akibat kelalaian berbulan-bulan tanpa ada tindakan pemeliharaan.

“Kalau begini, kami bukan menikmati wisata, malah takut pondok ambruk sewaktu-waktu,” ujar salah satu pengunjung.

Selain mengancam keselamatan, kondisi tersebut juga dinilai mencoreng citra pariwisata daerah. Di tengah upaya pemerintah menggenjot kunjungan wisatawan,demi mencapai tujuan muba maju lebih cepat, fasilitas dasar justru dibiarkan dalam keadaan memprihatinkan.

Masyarakat pun berharap kepada Bupati Musi Banyuasin untuk memerintahkan pihak dinas terkait agar segera melakukan pengecekan, perbaikan, dan memastikan standar keamanan dipenuhi. Jangan sampai aset wisata yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah berubah menjadi simbol kurangnya tanggung jawab pengelola.

Hal ini menjadi pengingat bahwa komitmen pembangunan pariwisata tidak hanya soal anggaran dan promosi, tetapi juga pemeliharaan fasilitas agar tetap layak, aman, dan memberi kenyamanan bagi seluruh pengunjung.



Sementara itu sampai berita ini ditayangkankan pihak dari intasi dinas parawisata kabupaten Musi Banyuasin belum dapat dikonfirmasikan untuk mengetahui langka apa yang akan dilakukan terhadap adanya beberapa titik aset tersebut yang terkesan sudah tidak layak, maupun terkait perihal tersebut sampai terkesan terjadinya luput dari pengawasan sehingga beberapa aset terlihat rapuh termakan usia. (Td).

Share Medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry, you can't copy this post