Berita
1 Jan 2026, Kam

Viral beredar di Medsos, Diduga Atlit Porprov Baru Uji Coba Sudah Mengalami Cidera: Publik Pertanyakan Profesionalisme dan Standar Kesiapan.

Muba Sumsel SibaNews.com-, Jagat media sosial kembali diramaikan dengan kabar mengejutkan,Diduga seorang Atlit mengikuti porprov yang baru melakukan uji coba arena dikabarkan mengalami cidera saat menjalani uji coba kegiatan lapangan.

Peristiwa ini sontak menjadi perbincangan publik dan memunculkan tanda tanya besar tentang standar profesionalisme, mekanisme uji coba, serta kesiapan struktural lembaga terkait.

Dari informasi yang beredar luas di berbagai platform digital tiktok , kejadian tersebut terjadi saat Porprov baru tersebut mengikuti serangkaian kegiatan orientasi dan simulasi teknis. Ironisnya, uji coba yang sejatinya dimaksudkan untuk mengukur kesiapan kinerja justru berujung pada insiden yang memalukan “baru uji coba, sudah cidera”, tulis salah satu warganet dalam unggahan yang menjadi viral di media sosial.

Meskipun belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelenggara, sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa kegiatan tersebut diduga tidak melalui prosedur keselamatan kerja yang matang, serta dilakukan tanpa evaluasi risiko yang memadai.

Akibatnya, pelaksanaan uji coba justru menciptakan dampak fisik bagi peserta yang terlibat.Publik pun menilai insiden ini sebagai indikasi lemahnya tata kelola dan kesiapan organisasi dalam menjalankan program pembinaan aparatur.

Beberapa pengamat di ruang publik digital menilai bahwa kejadian ini mencoreng kredibilitas institusi yang seharusnya menjadi contoh kedisiplinan dan profesionalitas.“ini contoh aktif korban arena Porpov ini, baru tahap uji coba saja sudah menimbulkan cidera,baru tes lapangan, ndak ngomonge layak ini. Ujarnya dikutip dari vidio beredar.

Secara akademik, kasus ini dapat dibaca sebagai bentuk “kecelakaan struktural” ketika kesalahan bukan semata pada individu, tetapi pada sistem dan tata kelola kelembagaan. Dalam manajemen publik modern, setiap kegiatan yang berisiko harus melewati tahap risk assessment dan safety clearance, terlebih jika melibatkan unsur pelatihan fisik atau kegiatan lapangan.

Dugaan Ketiadaan perencanaan yang komprehensif menunjukkan defisit tata kelola (governance deficit) yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga terkait. Dalam konteks birokrasi daerah, hal ini bisa berimplikasi pada menurunnya legitimasi sosial dan moral institusi di mata masyarakat.

Merespons viralnya peristiwa tersebut, sejumlah pihak dari kalangan masyarakat sipil menyerukan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pelatihan dan uji coba aparatur, termasuk penegakan tanggung jawab atas potensi kelalaian yang terjadi.

“Kita tidak boleh menormalisasi kecelakaan sebagai hal biasa. Ini soal keselamatan manusia dan integritas sistem. Harus ada audit internal dan klarifikasi resmi,” tegas salah satu pemerhati kebijakan publik di Musi Banyuasin yang minta namanya disemarkan.

Publik kini menanti sikap transparan dan profesional dari lembaga terkait untuk memberikan penjelasan resmi bukan sekadar pernyataan normatif, tetapi langkah korektif yang nyata.Kasus ini menjadi cermin bahwa profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, melainkan dari tanggung jawab etis dan kesiapan sistemik dalam melindungi manusia di balik struktur birokrasi.

Dalam bahasa sederhana: “Jangan baru uji coba sudah cidera sebab yang gagal bukan fisik, tapi sistemnya.” (Td)

Share Medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry, you can't copy this post