Berita
31 Mar 2026, Sel

Kepulan Asap Hitam di Langit “Bumi Serasan Sekate”, Sumur Minyak Ilegal Kembali Terbakar di Area Cobra 1.

MUBA SUMSEL SibanNews.com-,
Di saat dunia diramaikan kabar konflik global dengan narasi rudal dan dentuman perang, langit di “Bumi Serasan Sekate” justru kembali diselimuti kepulan asap hitam dari peristiwa yang tak kalah mencemaskan.

Bukan akibat ledakan perang antarnegara, melainkan kebakaran sumur minyak ilegal yang kembali terjadi di kawasan perkebunan milik PT Hindoli, tepatnya di area yang dikenal masyarakat sebagai Cobra 1, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Asap hitam pekat membumbung tinggi dari tengah perkebunan dan sempat membuat warga sekitar geger. Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang insiden kebakaran akibat aktivitas pengeboran minyak ilegal di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Aktivitas Lama, Api Baru Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan kobaran api berasal dari sumur minyak ilegal yang diduga masih aktif beroperasi di kawasan tersebut.

Aktivitas pengeboran liar di wilayah konsesi perusahaan perkebunan ini disebut telah lama menjadi persoalan serius yang hingga kini belum sepenuhnya tertangani.

Ironisnya, meski kebakaran kerap berulang di area HGU PT Hindoli, praktik penambangan minyak ilegal di wilayah tersebut tetap berjalan seolah tak pernah benar-benar berhenti.

Aparat penegak hukum di wilayah Musi Banyuasin selama ini disebut telah berupaya melakukan langkah preventif melalui imbauan serta edukasi di lapangan.

Namun bagi sebagian masyarakat, upaya tersebut dinilai belum sebanding dengan kerasnya slogan pemberantasan illegal drilling yang sering digaungkan.


Saat dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Kapolsek Keluang memberikan keterangan singkat.

“Kanit lagi cek di dalam, mengamankan lokasi kejadian,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun siapa pihak yang diduga berada di balik aktivitas pengeboran minyak ilegal tersebut. Aparat kepolisian masih melakukan pengamanan serta pendataan di lokasi.

Insiden ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai maraknya praktik illegal drilling di wilayah Musi Banyuasin yang kerap memicu kebakaran, merusak lingkungan, hingga mengancam keselamatan warga.

Lebih ironis lagi, penegakan hukum dalam kasus-kasus serupa kerap memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat.

Dalam sejumlah peristiwa sebelumnya, publik sering mendengar bahwa pihak yang ditetapkan sebagai tersangka bukanlah aktor utama di balik aktivitas pengeboran ilegal tersebut.Fenomena “tersangka pengganti” pun sering diperbincangkan di warung kopi hingga ruang publik seolah kisahnya berulang seperti episode drama sinetron ,tokohnya pelaku berganti, tapi ceritanya tetap sama tak pernah terhenti.

Di sisi lain, kepolisian daerah sebelumnya pernah menegaskan komitmen melalui slogan “Zero Tolerance Illegal Drilling, ancaman nyata bagi keselamatan dan ketahanan energi nasional.”

Namun bagi sebagian masyarakat, slogan itu kini terdengar seperti janji yang lebih sering bergema daripada benar-benar terasa dampaknya di lapangan.

Sebab insiden kebakaran kembali terjadi di Cobra 1 kawasan PT Hindoli. Hal ini memunculkan dugaan bahwa stabilitas penegakan hukum terhadap praktik illegal drilling di wilayah Hukum Polda Sumsel masih jauh dari kata “zero Tolerence ilegal driling”.

Jika praktik ini terus terjadi tanpa penindakan tegas, maka yang dipenuhi asap hitam bukan hanya langit Musi Banyuasin, tetapi juga masa depan lingkungan dan keselamatan warga.


Sebab kalau yang terbakar hanya sumurnya, mungkin api masih bisa dipadamkan.
Namun jika yang terus menyala adalah pembiaran, maka apinya bisa jauh lebih sulit dipadamkan.(Td)

Share Medsos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sorry, you can't copy this post